Pengertian Akuntansi :
Akuntansi
berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam
bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggung jawabkan. Akuntansi
digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil
keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.
*Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah
dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan
sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti
untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
SUMBER:
http://organisasi.org/pengertian_dan_penjelasan_dasar_akuntansi_definisi_arti_fungsi_dan_kegunaan_belajar_ilmu_akutansi_accounting
· Romney, Marshall B dan Paul John Steinbart. 2004. ACCOUNTING INFORMATION
SYSTEMS. Jakarta: Salemba Empat
· http://www.scribd.com/doc/11319417/Pengertian-Akuntansi
Entri Populer
-
J elaskan Data Flow Chart Dan Contoh DFD Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggam...
-
papyrus Font ini diciptakan pada tahun 1982 dan merilis tahun depan untuk Letraset pengecora...
-
Jelaskan dan uraikan perbedaan 2 pemrosesan file online dan file offline ! Jawab : 1. Pemrosesan...
-
latar belakang sejarah bangsanya. Pada kurun berlakunya Kurikulum 1968 dikenal adanya mata pelajaran Pendidikan Kewargaan Negara yang...
-
A. Latar Belakang Tipe-tipe organisasi saat ini sangat bervariasi dalam hal ruang lingkup dan ukuran dan mungkin akan memiliki beb...
-
Gambar Simbol untuk Keterangan Proses / Langkah Menyatakan kegiatan yang akan ditampilkan dalam diagram alir. ...
-
BAB 6 APLIKASI SIKLUS PRODUKSI DAN KEUANGAN > Aplikasi-Aplikasi Siklus Produksi Aplikasi siklus produksi adalah siklus ya...
-
BAB 3 PENGENALAN PEMROSESAN TRANSAKSI > Arus Transaksi Tinjauan Sekilas Istilah pemrosesan transaksi mewakili berba...
-
BAB 5 APLIKASI SIKLUS PENDAPATAN DAN PENGELUARAN > Aplikasi Siklus Pendapatan Pengertian Siklus PendapatanSiklus penda...
-
BAB 2 TEKNIK DAN DOKUMENTASI SISTEM > Pemakaian Teknik-teknik Sistem Pemakaian Teknik – teknik Sistem Teknik-teknik s...
Minggu, 21 Oktober 2012
Pengertian Sistem
1. Pengertian System :
Berikut beberapa Pengertian Sistem yang diambil dari
berbagai sumber :
Sistem
*Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
*Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai contoh, dalam sistem komputer terdapat software (perangkat lunak), hardware (perangkat keras), dan brainware (sumber daya manusia).
*Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
*Kesatuan gagasan yang terorganisir dan saling terikat satu sama lain.
*Kumpulan dari objek atau fenomena yang disatukan bersama untuk tujuan klasifikasi atau analisis.
*Adanya suatu kondisi harmonis dan interaksi yang teratur.
Sistem
*Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
*Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai contoh, dalam sistem komputer terdapat software (perangkat lunak), hardware (perangkat keras), dan brainware (sumber daya manusia).
*Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
*Kesatuan gagasan yang terorganisir dan saling terikat satu sama lain.
*Kumpulan dari objek atau fenomena yang disatukan bersama untuk tujuan klasifikasi atau analisis.
*Adanya suatu kondisi harmonis dan interaksi yang teratur.
>> Jadi dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem
adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan
yang berinteraksi untuk mencapain suatu tujuan.
Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen:
Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut.
Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.
Hubungan internal, di antara objek-objek di dalamnya.
Lingkungan, tempat di mana sistem berada.
Elemen sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup system.
Sumber :
· http://www.idafazz.com/pengertian-sistem.php
· http://blog.re.or.id/konsep-dasar-sistem-elemen-sistem.html
· http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem#Elemen_sistem
· http://kisaranku.blogspot.com/2010/10/pengertian-sistem-lengkap.html
· Sistem Informasi Akuntasi, Marshall B. Romney & Paul J. Steinbart
Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen:
Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut.
Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.
Hubungan internal, di antara objek-objek di dalamnya.
Lingkungan, tempat di mana sistem berada.
Elemen sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup system.
Sumber :
· http://www.idafazz.com/pengertian-sistem.php
· http://blog.re.or.id/konsep-dasar-sistem-elemen-sistem.html
· http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem#Elemen_sistem
· http://kisaranku.blogspot.com/2010/10/pengertian-sistem-lengkap.html
· Sistem Informasi Akuntasi, Marshall B. Romney & Paul J. Steinbart
Minggu, 03 Juni 2012
Ketahanan Nasional
A.
Latar Belakang
Setiap bangsa
sudah pasti mempunyai cita-cita yang
ingin diwujudkan
dalam hidup dan kehidupan nyata. Cita-cita itu
merupakan arahan
dan atau tujuan yang sebenar-benarnya
dan mempunyai
fungsi sebagai penentu arah dari tujuan
nasionalnya.
Namun demikian, pencapaian cita-cita dan tujuan
nasional itu
bukan sesuatu yang mudah diwujudkan karena
dalam
perjalanannya kearah itu akan muncul energi baik yang
positif maupun
negatif yang memaksa suatu bangsa untuk
mencari solusi
terbaik, terarah, konsisten, efektif, dan efisien.
Energi positif
bisa muncul dari dua situasi kondisi yaitu
dalam negeri dan
luar negeri. Kedua situasi kondisi itu akan
menjadi motor
dan stimulan untuk membangkitkan kesadaran
pada bangsa
untuk membangun ketahanan nasional yang
holistik dan
komprehensif. Di sisi lain, energi negatif juga akan
muncul dari dua
situasi kondisi tadi, yang biasanya menjadi
penghambat dan
rintangan untuk membangun ketahanan
nasional. Energi
negatif biasanya muncul secara parsial tetapi
tidak bisa
dipungkiri dalam banyak hal merupakan suatu produk
yang tersistem
dan terstruktur dengan rapi dalam sistem
operasional yang
memakan waktu lama.
Energi positif
tersebut diatas dalam banyak wacana
biasanya disebut
dengan daya dan upaya penguatan
pembangunan
suatu bangsa dalam rangka mencapai cita-cita
dan tujuan
nasionalnya. Sementara itu, energi negatif
cenderung untuk
menghambat dengan tujuan akhir
melemahkan
bahkan menghancurkan suatu bangsa.
Kemampuan,
kekuatan, ketangguhan dan keuletan
sebuah bangsa
melemahkan dan atau menghancurkan setiap
tantangan,
ancaman, rintangan dan gangguan itulah yang yang
disebut dengan
Ketahanan Nasional. Oleh karena itu,
ketahanan
nasional mutlak senantiasa untuk dibina dan
dibangun serta
ditumbuhkembangkan secara terus-menerus
dengan simultan
dalam upaya mempertahankan hidup dan
kehidupan
bangsa. Lebih jauh dari itu adalah makin tinggi
tingkat
ketahanan nasional suatu bangsa maka makin kuat pula
posisi bangsa
itu dalam pergaulan dunia.
Bangsa dan
negara Indonesia sejak proklamasi pada
tanggal 17
Agustus 1945 pun tidak lepas dan luput dari
persoalan yang
berkaitan dengan ketahanan nasional karena
dalam perjalanan
sejarahnya, Negara Kesatuan Republik
Indonesia
mengalami pasang surut dalam menjaga eksistensi
dan kelangsungan
hidup sebagai sebuah bangsa dan negara
yang merdeka dan
berdaulat. Apabila dilihat dari geopolitik dan
geostrategi yang
kemudian dikaitkan dengan potensi-potensi
yang dimilikinya
maka bangsa Indonesia berada pada posisi
yang rawan
dengan instabilitas nasional yang diakibatkan dari
berbagai
kepentingan seperti persaingan dan atau perebutan
pengaruh baik
dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Hal itu
sudah dipastikan
akan memberikan dampak bagi hidup dan
kehidupan bangsa
dan negara Indonesia dalam jangka pendek
maupun jangka
panjang.
Indonesia adalah
negara yang bersandar pada kekuatan
hukum sehingga
kekuasaan dan penyelenggaraan hidup dan
kehidupan
kenegaraan diatur oleh hukum yang berlaku. Dengan
kata lain, hukum
sebagai pranata sosial disusun untuk
kepentingan
seluruh rakyat dan bangsa yaitu menjaga
ketertiban bagi
seluruh rakyatnya. Kondisi kehidupan nasional
itu menjadi
salah satu kekuatan ketahanan nasional karena
adanya jaminan
kekuasaan hukum bagi semua pihak yang ada
di Indonesia dan
lebih jauh daripada itu adalah menjadi cermin
bagaimana rakyat
Indonesia mampu untuk tumbuh dan
berkembang dalam
suatu wilayah yang menempatkan hukum
sebagai asas
berbangsa dan bernegara dengan menyandarkan
pada kepentingan dan aspirasi rakyat.
Tujuan dari ketahanan nasional
Tujuan ketahanan nasional pada dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (AHTG).
Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin dapat menjamin kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara. Oleh karena itu, sekarang yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun ketahanan nasional nasional secara bottom up approach melalui pembinaan tingkat ketahanan dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan, ketahanan keluarga dan ketahanan pribadi.
Dengan pembangunan ketahanan nasional melalui pendekatan dari bawah maka diharapkan dapat tercapai kondisi keamanan nasional yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dan sekaligus pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
Tujuan ketahanan nasional pada dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (AHTG).
Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin dapat menjamin kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara. Oleh karena itu, sekarang yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun ketahanan nasional nasional secara bottom up approach melalui pembinaan tingkat ketahanan dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan, ketahanan keluarga dan ketahanan pribadi.
Dengan pembangunan ketahanan nasional melalui pendekatan dari bawah maka diharapkan dapat tercapai kondisi keamanan nasional yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dan sekaligus pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
Tujuan Nasional, Falsafah Bangsa dan Ideologi
Negara
Tujuan
nasional menjadi pokok pikiran dalam ketahanan
nasional
karena suatu organisasi apapun bentuknya dalam
proses
kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkannya
akan selalu berhadapan dengan masalahmasalah
yang
internal dan ekternal, demikian pula dengan
negara
dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu, dibutuhkan
suatu
situasi dan kondisi yang siap untuk menghadapinya.
Untuk
Indonesia, falsafah dan ideologi menjadi pokok
pikiran
ketahanan nasional diperoleh dari Pembukaan UUD
1945
yang berbunyi sebagai berikut :
a.
Alinea Pertama, menyebutkan bahwa ”sesungguhnya
kemerdekaan
itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka
penjajahan
diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak
sesuai
dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”
mempunyai
makna : ”merdeka adalah hak semua bangsa”,
”penjajahan
bertentangan dengan hak asasi manusia”.
b.
Alinea Kedua, menyebutkan ”dan perjuangan kemerdekaan
Indonesia
telah sampailah kepada saat yang berbahagia
dengan
selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke
depan
pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang
merdeka,
berdaulat adil dan makmur” mempunyai makna :
”adanya
masa depan yang harus diraih (cita-cita).
c. Alinea
Ketiga, menyebutkan ”atas berkat rahmat Tuhan Yang
Maha
Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur
supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat
Indonesia
menyatakan dengan ini kemerdekaannya”
mempunyai
makna :”bila negara ingin mencapai cita-cita
maka
kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat
ridho
Allah yang merupakan dorongan spiritual”
d.
Alinea Keempat, menyebutkan ”kemerdekaan dari pada itu
untuk
membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia
yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah
darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan
umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan
ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka
disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam
susunan
negara Republik Indonesia yang berkedaulatan
rakyat
dan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha
Esa,
Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan
Indonesia
dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan
dalam permusyawatan/perwakilan, serta
dengan
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia”.
Alinea itu mempunyai makna yaitu mempertegas
cita-cita
yang harus dicapai oleh bangsa Indonesia melalui
wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)